Mataram (Lombok Post) – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengajak seluruh pengusaha di Bumi Gora mengambil peran memajukan Bank NTB yang tahun ini akan konversi menjadi Bank NTB Syariah. Orang nomor satu di NTB ini menegaskan, jika Bank NTB berkembang pesat, maka ekonomi NTB juga dipastikan akan tumbuh pesat.

“Pada akhirnya kemudian, jika Bank NTB maju, perekonomian dan industri daerah juga akan ikut tumbuh. Mari kita sama-sama majukan bank milik daerah kita ini,” kata TGB. Kemarin (6/2), dia menggelar silaturahmi dengan para pengusaha Bumi Gora, terkait Persiapan Konversi Kegiatan Usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Gubernur.

Hadir dalam silaturahmi, tersebut para pengusaha dari berbagai bidang usaha. Antara lain pengusaha perhotelan, pengusaha konstruksi, pengusaha properti, pengusaha bidang kesehatan. Di hadapan para pengusaha tersebut, Gubernur meyakinkan bahwa usaha syariah memiliki prospek yang baik dan lebih menguntungkan. Itu sebabnya, TGB mengajak para pengusaha untuk mengambil peran dalam memajukan Bank kebanggaan masyarakat NTB yang akan menjadi bank syariah ini.

Jika tak ada aral melintang, konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah akan sudah rampung pada Agustus 2018. Saat ini kata Gubernur, Pemprov NTB bersama para pemegang saham dan direksi Bank NTB tengah merampungkan sejumlah proses untuk menjadikan Bank NTB betul-betul menganut sistem syariah.

Aset Bank NTB sendiri saat ini kata Gubernur sudah tembus hingga Rp. 9 Triliun. Bank NTB terus tumbuh tiap tahun. Dia menekankan, betapa pertumbuhan yang baik itu perlu terus didorong. Salah satunya melalui peran dan dukungan dari para pengusaha NTB.

TGB menjelaskan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah perlu segera dirampungkan, mengingat potensi keuangan dengan sistem tersebut kedepan sangat besar. Konversi tersebut menurut dia, merupakan bentuk adaptasi untuk mendorong tumbuhkembangnya bisnis bank di daerah. Sehingga diharapkan, perubahan status ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, bank yang mengadopsi sistem syariah akan lebih mempu bertahan dibandingkan bank konvensional apabila terjadi krisis ekonomi. Ini sudah terbukti pada krisis ekonomi tahun 1998. “Ketika seluruh bank konvensional jatuh, bank syariah justru bertahan dan kokoh,” tandasnya.

TGB juga menegaskan potensi keuangan syariah ini sangat besar. Sistem ini sudah banyak diadopsi oleh bank-bank besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan tidak hanya di negara-negara muslim. Tetapi juga di negara-negara non muslim. Contohnya Inggris yang merupakan pusat keuangan syariah.

Selama mengajak pengusaha untuk ikut terlibat membesarkan Bank NTB, TGB juga mendorong para pengusaha untuk segera menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini. Sebab, peran teknologi komunikasi dan informasi terhadap perubahan dunia industri dan bisnis sangat besar. Bahkan, hampir seluruh negara di dunia telah menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi yang sedang berkembang.

Kalau tidak cepat menyesuaikan diri menurut TGB, maka para pengusaha yang ketinggalan dengan sistem informasi yang semakin hari semakin maju. “Oleh karena itu bapak ibu harus mampu menyerap dan memanfaatkan perkembangan teknologi ini sehingga usaha bapak ibu bisa berkembang dan terus bertahan,” pesan TGB.

Pada kesemparan yang sama, TGB juga menyinggung pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai angka 7,1% pada tahun 2017 lalu. Angka ini di atas rata-rata nasional yang hanya 5,6%. Karena itu, TGB menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat NTB, jajaran pemerintah provinsi, termasuk para pengusaha yang telah bekerja keras membangun NTB. “Ini kesempatan yang jarang saya dapatkan. Dapat bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu, para pengusaha yang berkontribusi dalam menjalankan lokomotif perkembangan ekonomi di daerah ini. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih.” pungkas gubernur.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB H Komari Subakir pada kesempatan yang sama mengungkapkan, bahwa silaturahmi Gubernur NTB ke pera pengusaha yang juga menjadi ajang sosialisasi konversi Bank NTB ke Bank NTB Syariah, adalah gagasan Gubernur NTB. “Kami ucapkan terima kasih ke Pak Gubernur atas gagasan ini,” kata Komari. Secara teknis Komari menyampaikan kembali bagaimana proses konversi Bank NTB ke Bank NTB Syariah ini. Dimana hal tersebut diputuskan dalam RUPS pada tahun 2016. Selain itu juga terkait ketentuan Bank Umum Konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) harus sudah melakukan spin-off (pemisahan) untuk menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Bank Indonesia menetapkan paling lambat pada 2023, Bank Umum Konvensional harus memisahkan diri dari Unit Usaha Syariah-nya. Dan para pemegang saham memutuskan tidak mesti menunggu tahun 2023 untuk mewujudkan hal tersebut. Melainkan lebih cepat, sehingga mampu lebih cepat meraih peluang, mengingat potensi keuangan syariah yang sangat besar dan menjanjikan di daerah ini.

Dengan menjadi Bank NTB Syariah, bukan berarti Bank NTB nantinya hanya kan melayani umat muslim semata. Melainkan juga untuk seluruh kalangan, baik muslim dan non muslim. Pun begitu terkait karyawan Bank NTB. Dalam pengembangan Sumber Daya Insani yang kini diterapkan NTB, memberikan kesempatan sama kepada seluruh karyawan baik muslin maupun non muslim yang memiliki integritas dan kompetensi baik tetap berkarir di Bank NTB Syariah. Pihaknya kata Komari sangat berkepentingan agar performance Bank NTB yang sudah sangat baik agar dijaga tetap baik bila dikonversi dan menjadi lebih baik. Bahkan, kata dia, pelaksanaan konversi ini didokumentasikan yang baik, sehingga menjadi rujukan bagi bank lainnya bila akan melakukan konversi khususnya yang ingin menjadi bank umum syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Komari juga mengungkapkan bahwa konversi ini melibatkan enam jasa konsultan yang telah berpengalaman untuk proses konversi ke syariah. Diantaranya Markplus, Batasa Tazkia, LPPI, Collega Inti Pratama, Dunamis, dan juga Islamic Corporation for Development of Private Sector (ICD) of Saudi Arabia yang merupakan bagian dari Islamic Development Bank (IDB). Masukan dari pakar tersebut kata Komari sangat membantu proses konversi ini.